Halaman

Tampilkan postingan dengan label Korea Selatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Korea Selatan. Tampilkan semua postingan

Minggu, 12 Juni 2011

Belajar dari KOREA SELATAN

 Tuntutlah ilmu hingga ke negeri China, namun bergurulah tentang strategi pembangunan ekonomi dan industrialisasi pada Korea Selatan. Mungkin itu adalah pepatah paling tepat untuk Indonesia.
Korea Selatan adalah negara yang dalam empat dekade sejak merdeka tahun 1945 mampu melakukan transformasi ekonomi secara dramatis. Dari semula salah satu negara pertanian tradisional paling miskin yang baru bangkit dari puing-puing Perang Korea dan penjajahan Jepang, menjadi negara industri modern paling dinamis dan diperhitungkan dunia memasuki abad 21.
Dekan Graduate School of International Studies, Seoul National University, Taeho Bark, menggambarkan Korea Selatan hingga akhir 1950-an ibarat negara tanpa harapan. Perekonomian waktu itu masih didominasi sektor pertanian tradisional, miskin, nyaris tanpa sumber daya alam (SDA), dan inflasi tertinggi di dunia.
Begitu miskinnya, menurut Deputi I Direktur Pelaksana Dana Moneter Internasional Anne O. Krueger, untuk sekadar bertahan, Korea Selatan harus bergantung pada utang luar negeri. Saking miskinnya, AS juga sampai memutuskan mengurangi bantuan karena mengira Korea Selatan tidak akan pernah bisa tumbuh.
Tak sampai empat dekade kemudian, Korea Selatan menjungkirkan semua pesimisme dan menyalip negara yang pernah memandang sebelah mata. Sikap AS itu justru membuat Korea Selatan sadar, hanya kebijakan radikal yang bisa membebaskan perekonomian dari stagnasi dan kemiskinan.
Dalam 4,5 dekade; produk domestic bruto (PDB) Korea Selatan meningkat 420 kali lipat dari 2,3 mliar dollar AS (1962) menjadi 969,9 milliar dollar AS (2007), sementara PDB per kapita naik 230 kali dari 87 dollar AS menjadi 20.045 dollar AS per tahun.
Korea Selatan juga mencatat pertumbuhan ekspor rata-rata di atas 30 persen per tahun selama tiga dekade lebih. Nilai ekspor melonjak dari 3 persen dari PDB (1962) menjadi 37 persen dari PDB (2000). Ekspor yang sebelumnya 88 persen berupa produk primer, tahun 2004 sekitar 97 persennya berupa manufaktur teknologi tinggi.

Volume perdagangan meningkat 66 kali lipat dari 11 miliar dollar AS (1974) menjadi 728 miliar dollar AS (2007). Ini menempatkan Korea Selatan sebagai kekuatan dagang ke-11 terbesar dunia. Korea Selatan juga pemilik cadangan devisa terbesar
keempat.
Di semua komoditas ekspor unggulan, Korea Selatan hampir selalu mendominasi: nomor satu di industri pembuatan kapal; ketiga di semikonduktor; keempat di digital elektronik; kelima untuk baja, petrokimia, dan tekstil; serta kelima di otomotif.
KUNCI SUKSES
Bagaimana dari negara miskin sumber daya, Korea Selatan bisa membangun kekuatan industri yang begitu dahsyat? Kasus Korea Selatan menunjukkan kunci sukses suatu pembangunan ekonomi bukan terletak pada ada atau tidak adanya SDA (Sumber Daya Alam), tetapi pada ada tidaknya kemauan dan kemampuan manusianya, terutama level pemimpinnya, dan pada pilihan pilihan strategi kebijakan.
Keberhasilan Korea Selatan, menurut ekonom Korea Institut for International Economic Policy, Chuk Kyo Kim, adalah karena negara ini memberikan perhatian besar pada pendidikan, pembangunan sumber daya manusia, serta investasi agresif di kegiatan penelitian dan pengembangan.
Sukses Korea Selatan juga ditopang oleh tumbuh suburnya jiwa kewiraswastaan, tenaga kerja yang sangat terlatih, pengelolaan utang luar negeri yang baik, pemerintahan yang relatif bersih, iklim perdagangan dunia yang liberal, makro-ekonomi yang solid, dan kondisi sosial-politik yang relatif bebas dari konflik.
Keberhasilan Korea Selatan jelas didukung oleh budaya kerja keras dan etos kerja yang tinggi. Orang Korea Selatan dikenal sebagai pekerja keras, dengan jam kerja jauh lebih panjang dibandingkan negara-negara yang tergabung dalam Organisasi Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi (OECD) lain. Faktor lain adalah adanya kemitraan kuat antara pemerintah, swasta dan masyarakat, serta kemampuan masya-rakat untuk beradaptasi dengan cepat terhadap perubahan teknologi dan tantangan baru.
Dari sisi strategi kebijakan, dari awal penguasa Korea Selatan menyadari pentingnya mengembangkan sektor generatif. Hal itu meliputi sektor-sektor ekonomi unggulan yang secara simultan bisa menjadi sumber akumulasi kapital dan memungkinkan terjadinya pertumbuhan berbagai industri turunan dan industri terkait, sekaligus sumber inovasi teknologi dan kelembagaan, seperti pada kasus industri baja dan industri pembuatan kapal.
Industri baja yang kuat menjadi katalis bagi tumbuhnya industri otomotif, pembangunan kapal, peti kemas, jalan raya, konstruksi, dan industri perlengkapan rumah tangga, yang saling mendukung dan memperkuat. Sementara itu, industri pembuatan kapal melahirkan industri rekayasa elektrik, elektronik, kimia, material, dan mekanis.
Terbangunnya industri generatif yang kokoh dimungkinkan karena ada dukungan total dari pemerintah, tak hanya insentif dan pendanaan, tetapi juga dihapuskannya berbagai hambatan. Kesabaran, konsistensi, dan ketekunan Korea Selatan mengembangkan industri generatif di awal industrialisasi menunjukkan pentingnya strategi “memperbesar kue ekonomi” lebih dulu sebagai jalan keluar dari kemiskinan ketimbang sibuk mencari cara untuk menggerogoti kue demi kepentingan diri sendiri seperti yang terjadi di Indonesia. (Kompas, Jumat 18 Juli 2008, halaman 1)
tujaeng seong-gong eul fruiting 闘争の成功を結実 Kampf Fruchtkörper Erfolg Struggle fruiting success

Selasa, 24 Mei 2011

Stairway To Heaven

stairway2heaven_a.jpg
Serial Korea yang paling menguras air mata, rasanya julukan itu tidak salah diberikan pada Stairway to Heaven yang setiap episodenya membuat penonton gemas sekaligus sedih melihat tokoh utamanya tak henti ditindas. Rasa-rasanya banyak orang sepakat sutradara film ini dengan kejam dan tragis menutup jalinan cerita film seri ini. Ramuan  ini pula yang membuat serial buatan SBS tersebut sukses berat saat ditayangkan di Korea dan Indosiar.
Cha Song-ju adalah putra dari keluarga kaya-raya. Sejak kecil ia bersahabat dengan gadis bernama Han Jung-suh. Saat ayahnya dan ibu sahabatnya meninggal, hubungan mereka semakin dekat. Namun keadaan mulai berubah saat ayah Jung-suh menikah dengan aktris bernama Tae Mira.
Meski awalnya baik, belakangan Mira yang mengajak dua anak dari pernikahan sebelumnya yaitu Han Yuri dan Han Tae-hwa membuat kebahagiaan Jung-suh hilang, bahkan tak jarang gadis itu dijahati saat sang ayah pergi. Persis seperti wacana yang terjadi di masyarakat, ibu tiri pasti akan “melalap dengan lahap” anak tirinya. Biasa hidup dalam kemiskinan, Yuri mempunyai watak jahat dan berusaha merebut semua milik Jung-suh termasuk Song-ju.
Dipaksa berpisah karena Song-ju harus meneruskan studi ke luar negeri, sikap ramah Jung-suh membuat kakak tirinya Tae-hwa jatuh hati, namun sayang cinta pemuda itu hanya bertepuk sebelah tangan. Cinta yang mendalam kepada Song-ju membuat gadis itu bisa bertahan dari siksaan Yuri dan Mira. Namun di saat hari pertemuan tiba – Song-ju yang telah menyelesaikan studinya — kebahagiaannya kembali direnggut oleh Yuri, yang sengaja menabrakkan mobilnya hingga Jung-suh luka parah.
Meski selamat, Jung-suh kehilangan ingatan. Tae-hwa yang tahu membawa gadis itu pergi dan mengganti nama mereka. Song-ju yang berduka dihibur Yuri, keduanya kembali meneruskan studi dan kembali ke Korea lima tahun kemudian. Di hari pertunangan, Song-ju tanpa sengaja melihat Jung-suh dan langsung mengejarnya, namun kecewa saat tahu gadis itu bernama Kim Ji-su.
Tidak menyerah begitu saja, pemuda itu melakukan penyelidikan untuk membuka misteri Ji-su, dan semakin yakin saat menemukan kalung yang diberikannya kepada Jung-suh terlingkar di leher gadis itu. Jung-suh yang sadar dari amnesia mulai bingung karena Tae-hwa terus merawatnya selama ia cedera, namun ia akhirnya memutuskan untuk bersatu dengan pria yang telah lama dicintainya itu.
Namun masalah tidak selesai sampai di situ, tindakan Song-ju itu membuatnya harus keluar dari perusahaan keluarga. Sebab ibunya telah terlanjur berjanji kepada Yuri dan Tae Mira untuk menyatukan Yuri dengan anaknya. Jung-suh yang tahu meminta kekasihnya itu untuk kembali dan belakangan ia memutuskan kembali menghilang saat tahu matanya terkena kanker, seperti yang dialami oleh almarhumah ibunya. Tae-hwa yang telah berganti nama menjadi Han Chul-su tahu bahwa gadis itu tidak mungkin mencintainya, akhirnya memberitahu Song-ju keberadaan gadis itu.
Menyingkirkan perbedaan mereka, Tae-hwa dan Song-ju berubah akrab bagai saudara dan berusaha membujuk Jung-suh untuk melakukan operasi. Song-ju pun luluh dengan bujukan dua orang pria yang menyayanginya itu. D idepan publik, Song-ju menyatakan bakal menikah tanpa memberitahu siapa mempelainya. Iia mengundang Yuri, Mira, serta Tae-hwa dan Jung-suh (yang matanya telah buta) yang datang belakangan.
Di depan publik, Song-ju menentukan pilihan hatinya sementara Tae-hwa membeberkan kejahatan sang adik (akhirnya masuk penjara) dan ibu (pikirannya menjadi terganggu). Setelah semuanya beres, Tae-hwa yang bertekad membahagiakan adik tirinya memutuskan bunuh diri demi menyumbangkan kornea matanya, sehingga Jung-suh bisa melihat orang yang dicintainya (Song-ju) sekali lagi. Dan berharap hidup bahagia di samping Song-ju.
Meski tujuannya tercapai, pada akhirnya pengorbanan Tae-hwa sia-sia. Kanker yang telah menyebar membuat umur Jung-suh tinggal beberapa bulan. Di saat terakhirnya, wanita itu mengajak sang suami ke pantai untuk mengenang masa-masa indah saat mereka kecil. Di pelukan Song-ju, Jung-suh akhirnya menghembuskan napas terakhir setelah merasakan kebahagiaan yang hanya sesaat.
PARA PEMERAN UTAMA STAIRWAY TO HEAVEN :
Kwon Sang-woo sebagai Cha Song-ju (masa remaja diperankan oleh Bae Seong-hyeon).
Kaya, tampan, dan setia pada cinta pertamanya, tidak banyak pria yang memiliki karakter sepertinya. Pemuda ini juga tidak segan bekerja keras supaya cita-citanya tercapai, dan tidak pernah berhenti meyakini kalau Jung-suh yang dicintainya masih hidup. Meski kadang acuh dan kasar, namun cintanya sangat dalam, saking dalamnya sampai-sampai ia tidak perduli dengan semua halangan yang merintangi hubungan mereka.



 
 
Choi Ji-woo sebagai Han Jung-suh/Kim Ji-su (masa remaja diperankan oleh Park Shin-hye).
Nasib baik seolah enggan menghampirinya sejak berkenalan dengan keluarga Han (terutama Mira dan Yuri), bahkan harapannya sekolah di luar negeri bersama Song-ju dimentahkan oleh sang ibu tiri. Tumbuh sebagai gadis yang tidak percaya diri, hilang ingatan membuat sifatnya jadi lebih tegar dan berani melawan siksaan Mira. Ia juga memenuhi janji cinta sucinya pada Song-ju, yang hanya dipisahkan oleh kematian.





Shin Hyeon-joon sebagai Han Tae-hwa/Han Chul-su (masa remaja diperankan oleh Lee Wan).
Merasa dirinya tidak berharga sampai bertemu dengan Jung-suh, pemuda ini hidup dibawah tekanan sang ibu yang tidak menghargai bakat seninya. Memutuskan kabur dan tinggal bersama sang ayah, ia ketakutan saat Jung-suh yang hilang ingatan terus dibawa nasib untuk bertemu dengan Song-ju. Sadar bahwa keduanya saling mencintai dan tidak dapat dipisahkan, akhirnya ia mengorbankan diri untuk kebahagiaan sang adik tiri.






Kim Tae-hee sebagai Han Yuri (masa remaja diperankan oleh Park Ji-mi)
Dibesarkan di tengah keluarga yang berantakan ditambah pengaruh kuat sang ibu, gadis ini menjelma menjadi pribadi yang mementingkan diri sendiri dan licik. Ia bahkan tidak segan-segan mencelakakan kakak tirinya sendiri saat tahu impiannya mendapatkan Song-ju bakal kandas. Kembali menggunakan berbagai cara untuk menjatuhkan Jung-suh yang hilang ingatan, Yuri akhirnya harus membayar mahal atas semua perbuatan jahatnya.





Lee Hui-hyang sebagai Tae Mira
Ketakutannya terhadap kemiskinan membuat wanita setengah baya ini berubah menjadi pribadi yang rakus, tamak, dan tidak segan-segan menggunakan segala cara supaya tujuannya tercapai. Ia juga yang mengajari sang anak cara-cara licik untuk memperdaya Song-ju dan Jung-suh, namun pada akhirnya semua berbalik. Selain tujuannya tidak tercapai, ia juga harus kehilangan kedua anaknya dengan cara yang tragis.








tujaeng seong-gong eul fruiting 闘争の成功を結実 Kampf Fruchtkörper Erfolg Struggle fruiting success

Jumat, 06 Mei 2011

Ayo Masuk SMANSA Purwokerto by mba Nadhila Atsari

AYO MASUK SMANSA!

oleh Nadhila Atsari pada 02 Mei 2011 jam 20:58
Jadwal-jadwal penting penerimaan sisbar SMANSA 2011-2012
#PMBP
19-24 Mei ambil formulir
25-30 Mei seleksi akademik
5 juni pengumuman
8-9 juni daftar ulang

#reguler / tes
6-9 juni daftar n ambil form
13 juni tes akademik
14-16 juni penyerahan skhun
23 juni pengumuman
24-25 juni daftar ulang


---sumber: pengumuman di dinas pendidikan, berlaku untuk sekolah RSBI. jadi harusnya SMANSA juga pake jadwal ini
sebenernya ada jadwal lebih detail, tapi itu jadwal unt kegiatan din.pendidikan.
yang penting buat pendaftar insya Allah ya tanggal2 di atas. semoga bermanfaat :)

Jangan takut nyoba masuk SMANSA
ngga ada waktu untuk ragu-ragu
kalau mau coba, cobalah! :)
SMANSA terbuka buatmu, tinggal kamu mau atau engga untuk berusaha ?

tak kenal maka tak sayang.
kabar-kabar miring di luar sana, cek dulu bener atau engga isu-isu itu. 
35 sekolah terbaik se-Indonesia, salah 1-nya SMA N 1 Purwokerto lho
(Majalah HAI edisi 25 April-1 Mei 2011, dari jardiknas)

ayo ke SMANSA, liat sendiri dan buktikan!

tolong dibagi buat yang butuh. terimakasih :)
request for a tag? ask me :)

tujaeng seong-gong eul fruiting 闘争の成功を結実 Kampf Fruchtkörper Erfolg Struggle fruiting success

Selasa, 12 April 2011

WINTER SONATA Drama Korea

wintersonata.jpg
Seperti kebanyakan drama Korea yang lain, Winter Sonata merupakan kisah percintaan yang mampu membius penontonnya. Kisah drama ini adalah tentang cinta pertama mempunyai kekuatan yang sangat besar. Kekuatan itu mampu menyatukan dua sejoli meski banyak hal menjadi perintang hubungan mereka. Hampir bisa dipastikan Anda pasti menyukai serial Korea buatan tahun 2002 ini. Selain jalinan cerita yang yang dikemas sangat indah, latar belakang musim dingin merupakan paronama yang sangat menawan
untuk ditonton.
Ceritanya, Kang Joon-sang adalah seorang pelajar baru di sebuah sekolah yang cerdas namun penyendiri. Kedatangannya di sana adalah untuk menyelidiki siapa ayah kandungnya. Ia berkenalan dengan Yoo-jin dan secara sengaja memusuhi Sang-hyuk yang semula disangka sebagai saudara tirinya.
Niatnya untuk mempermainkan Yoo-jin yang merupakan teman dekat Sang-hyuk– berubah menjadi cinta yang sesungguhnya, namun mereka dipisahkan oleh sebuah kecelakaan dahsyat. Joon-sang dianggap mati sehingga Yoo-jin patah hati. Selama berkabung, Sang-hyuk terus menemaninya sehingga perlahan ia mulai menerima kehadiran pria itu.
Tak terasa 10 tahun berlalu, Yoo-jin dan Sang-hyuk siap bertunangan. Namun, hari bahagia tersebut rusak karena gadis itu tidak muncul. Rupanya, saat pulang dari salon Yoo-jin bertemu dengan pria yang sangat mirip dengan Joon-sang. Belakangan,
diketahui bahwa pria itu adalah Lee Min-hyeong pacar baru teman semasa SMU-nya Oh Chae-lim.
Meski berusaha menghindar, Yoo-jin belakangan terpaksa sering bertemu dengan Min-hyung karena bekerja dalam proyek yang sama. Pria berkacamata itu sempat menduga Yoo-jin sengaja memikatnya karena hasutan Chae-lim, namun belakangan ia baru tahu latar belakang kenapa rekan kerjanya kerap memandangnya dengan tatapan aneh sambil menitikkan air mata.
Kedekatan keduanya mulai berubah menjadi cinta, yang terus dihalangi oleh Sang-hyuk dan Chae-lim yang tidak rela pasangan masing-masing direbut. Semua berubah setelah diketahui bahwa Min-hyeong bukan lain adalah Joon-sang, ibu pria itu Mi-hee sengaja menyembunyikan identitas masa lalu karena tidak ingin putranya menanggung malu sebagai anak di luar nikah.
Kecelakaan kedua yang menimpa Joon-sang membuat nyawanya terancam setelah diketahui ada penyumbatan pembuluh darah di otak yang bisa membahayakan nyawanya. Hidupnya juga semakin tidak menentu setelah berpisah dengan Yoo-jin, yang disangka sebagai adik tirinya. Setelah melalui tes DNA, baru diketahui bahwa ayah kandung Joon-sang adalah ayah Sang-hyuk.
Setelah tiga tahun berlalu, Joon-sang kembali ke Korea dengan kondisi buta pasca operasi. Rumah yang dibangunnya menarik perhatian Yoo-jin, yang mendatangi lokasi untuk melihat langsung. Ia terkejut melihat pria yang telah dikenalnya dengan baik,
kali ini tidak ada lagi yang bisa memisahkan keduanya.
TOKOH DAN PEMERAN WINTER SONATA :
Bae Yong-jun sebagai Kang Joon-sang/Lee Ming-hyeong
Pria yang sama namun mempunyai sifat yang bertolak-belakang. Joon-sang adalah seorang pria dengan kecerdasan di atas rata-rata namun hidupnya dipenuhi kemuraman dan sangat tertutup sampai ia bertemu Yoo-jin. ‘Kematian’ membawanya ke Amerika dengan identitas baru sebagai Joon-sang, seorang pria penuh senyum, ramah, dan sensitif. Nasib membuatnya kembali jatuh cinta dengan Yoo-jin meski tidak mengingat sedikitpun tentang masa lalunya sampai menjelang akhir cerita.
Choi Ji-woo sebagai Jung Yoo-jin
Sifat cerianya semasa remaja ikut mati bersama dengan meninggalnya Joon-sang, Yoo-jin menjelma menjadi seorang pekerja keras. Pertunangannya dengan Sang-hyuk berantakan setelah bertemu dengan Min-hyung yang sangat mirip dengan Joon-sang. Meski sempat
bimbang, akhirnya ia dengan mantap memilih untuk bersama Joon-sang, hanya untuk menemui kenyataan pahit bahwa pria yang dicintainya kemungkinan adalah kakak tirinya. Setelah semuanya terungkap, kekuatan cinta akhirnya mempersatukannya dengan Joon-sang setelah melewati rintangan selama 14 tahun.
Park Yong-ha sebagai Kim Sang-hyuk
Pria pendiam yang mencintai Yoo-jin sejak masih kecil. Ia merasa terganggu oleh kehadiran Joon-sang yang mampu memikat gadis pujaannya. Menemani Yoo-jin melewati masa berkabung dan nyaris menikahi gadis itu, sifatnya mulai berubah seiring dengan
kemunculan Min-hyung. Kebenciannya pada pria itu semakin bertambah setelah mengetahui Min-hyung adalah Joon-sang yang juga kakak tirinya. Namun menjelang akhir cerita, ia juga yang memohon supaya Joon-sang tidak meninggalkan Yoo-jin.
Park Sol-mi sebagai Oh Chae-lim
Sejak masa SMU telah memendam iri terhadap Yoo-jin yang dianggapnya merebut Joon-sang dari genggamannya, meski pria itu sebenarnya tidak pernah menyukainya. Keputusannya untuk memamerkan Min-hyung yang mirip dengan Joon-sang menjadi bumerang. Ia terus berusaha untuk memisahkan pacar barunya tersebut dari Yoo-jin dan akhirnya menyerah setelah tahu bahwa Min-hyun tak lain adalah Joon-sang.

tujaeng seong-gong eul fruiting 闘争の成功を結実

Jumat, 08 April 2011

Korea Selatan (Wikipedia)

Republik Korea (bahasa Korea: Daehan Minguk (Hangul: 대한민국; Hanja: 大韓民國); bahasa Inggris: Republic of Korea/ROK) biasanya dikenal sebagai Korea Selatan, adalah sebuah negara di Asia Timur yang meliputi bagian selatan Semenanjung Korea. Di sebelah utara, Republik Korea berbataskan Korea Utara, di mana keduanya bersatu sebagai sebuah negara hingga tahun 1948. Laut Kuning di sebelah barat, Jepang berada di seberang Laut Jepang (disebut "Laut Timur" oleh orang-orang Korea) dan Selat Korea berada di bagian tenggara.[2] Negara ini dikenal dengan nama Hanguk (한국; 韓國).[3] oleh penduduk Korea Selatan dan disebut Namchosŏn (남조선; 南朝鮮; "Chosŏn Selatan") di Korea Utara. Ibu kota Korea Selatan adalah Seoul (서울).

Penemuan arkeologis menunjukkan bahwa Semenanjung Korea telah didiami sejak Masa Paleolitik Awal.[4][5] Sejarah Korea dimulai dari pembentukan Gojoseon pada 2333 SM. oleh Dan-gun. Setelah unifikasi Tiga Kerajaan Korea dibawah Silla pada 668 M, Korea menjadi satu dibawah Dinasti Goryeo dan Dinasti Joseon hingga akhir Kekaisaran Han Raya pada 1910 karena dianeksasi oleh Jepang. Setelah liberalisasi dan pendudukan oleh Uni Soviet dan Amerika Serikat pada akhir Perang Dunia II, Wilayah Korea akhirnya dibagi menjadi Korea Utara dan Korea Selatan.
SEJARAH
Korea dimulai dengan pembentukan Joseon (atau lebih sering disebut dengan Gojoseon untuk menhindari persamaan nama dengan Dinasti Joseon pada abad ke 14) pada 2333 SM oleh Dangun.[6] Gojoseon berkembang hingga bagian utara Korea dan Manchuria. Setelah beberapa kali berperang dengan Dinasti Han Gojoseon mulai berdisintegrasi.
Peta Tiga Kerajaan Korea pada akhir abad ke-5

Dinasti Buyeo, Okjeo, Dongye dan konfederasi Samhan menduduki Semenanjung Korea dan Manchuria Selatan.[7] Goguryeo, Baekje, and Silla berkembang mengatur Tanjung Korea yang dikenal dengan Tiga Kerajaan Korea. Untuk pertama kalinya Semenanjung Korea berhasil disatukan oleh Silla pada tahun 676 menjadi Silla Bersatu. Para pelarian Goguryeo yang selamat mendirikan sebuah kerajaan lain di sisi timur laut semenanjung Korea, yakni Balhae. Hubungan antara Korea dan China berjalan dengan baik pada masa Dinasti Silla. Kerajaan ini runtuh akibat adanya kerusuhan dan konflik yang terjadi di dalam negeri pada abad ke 10, Kerajaan Silla jatuh dan menyerah kepada dinasti Goryeo pada tahun 935.[8]

Silla Bersatu akhirnya runtuh di akhir abad ke-9, yang juga mengakhiri masa kekuasaan Tiga Kerajaan. Kerajaan yang baru, Goryeo, mulai mendominasi Semenanjung Korea.[8] Kerajaan Balhae runtuh tahun 926 karena serangan bangsa Khitan[9] dan sebagian besar penduduk serta pemimpinnya, Dae Gwang hyun, mengungsi ke Dinasti Goryeo. Tahun 993 sampai 1019 suku Khitan dari Dinasti Liao meyerbu Goryeo, tapi berhasil dipukul mundur. Kemudian di tahun 1238, Goryeo kembali diserbu pasukan Mongol dan setelah mengalami perang hampir 30 tahun, dua pihak akhirnya melakukan perjanjian damai.[10]
Patung Raja Sejong pencipta abjad Hangeul

Pada tahun 1392, Taejo dari Joseon mendirikan Dinasti Joseon setelah menumbangkan Goryeo. Raja Sejong (1418-1450) mengumumkan penciptaan abjad Hangeul.[11] Antara 1592-1598, dalam Perang Imjin, Jepang menginvasi Semenanjung Korea, tapi dapat dipatahkan oleh prajurit pimpinan Admiral Yi Sun-shin.[12] Lalu pada tahun 1620-an sampai 1630-an Dinasti Joseon kembali menderita serangan dari (Dinasti Qing).

Pada awal tahun 1870-an, Jepang kembali berusaha merebut Korea yang berada dalam pengaruh Cina. Pada tahun 1895, Maharani Myeongseong dibunuh oleh mata-mata Jepang.[13] Pada tahun 1905, Jepang memaksa Korea untuk menandatangani Perjanjian Eulsa yang menjadikan Korea sebagai protektorat Jepang dan pada 1910 Jepang mulai menjajah Korea.[14] Perjuangan rakyat Korea terhadap penjajahan Jepang dimanifestasikan dalam Pergerakan 1 Maret dengan tanpa kekerasan. Pergerakan kemerdekaan Korea yang dilakukan Pemerintahan Provisional Republik Korea lebih banyak aktif di luar Korea seperti di Manchuria, Cina dan Siberia.

Dengan menyerahnya Jepang di tahun 1945,[15] PBB membuat rencana administrasi bersama Uni Soviet dan Amerika Serikat, namun rencana tersebut tidak terlaksana. Pada tahun 1948, pemerintahan baru terbentuk: Korea demokratik (Korea Selatan) dan komunis (Korea Utara) yang dibagi oleh garis lintang 38 derajat. Pada 1950, Korea Utara menginvasi Korea Selatan yang dikenal dengan nama Perang Korea.[16]
[sunting] Pemerintahan
Gedung Dewan Perwakilan Korea
!Artikel utama untuk bagian ini adalah: Pemerintahan Korea Selatan

Korea Selatan adalah negara republik.[17] Seperti pada negara-negara demokrasi lainnya,[18] Korea Selatan membagi pemerintahannya dalam tiga bagian: eksekutif, yudikatif dan legislatif.[19] Lembaga eksekutif dipegang oleh presiden yang dipilih berdasarkan hasil pemilu untuk masa jabatan 5 tahun dan dibantu oleh Perdana Menteri yang ditunjuk oleh presiden dengan persetujuan dewan perwakilan.[20] Presiden bertindak sebagai kepala negara dan Perdana Menteri sebagai kepala pemerintahan.

Lembaga legislatif dipegang oleh dewan perwakilan yang menjabat selama 4 tahun.[21] Pelaksanaan sidang paripurna diadakan setiap setahun sekali atau berdasarkan permintaan presiden. Sidang ini terbuka untuk umum namun dapat berlangsung tertutup.

Pengadilan konstitusional menjadi lembaga tertinggi pemegang kekuasaan yudikatif yang terdiri atas 9 hakim yang direkomendasikan oleh presiden dan dewan perwakilan. Hakim akan menjabat selama enam tahun dan usianya tidak boleh melebihi 65 tahun pada saat terpilih.
[sunting] Pembagian Administratif
!Artikel utama untuk bagian ini adalah: Pembagian administratif Korea Selatan

Korea Selatan terdiri dari 1 kota khusus (Teukbyeolsi; 특별시; 特別市), 6 Kota Metropolitan (Gwangyeoksi; 광역시; 廣域市), dan 9 Provinsi (do; 도; 道). Nama-nama di bawah ini diberikan dalam bahasa Inggris, Alihaksara yang Disempurnakan, Hangul, dan Hanja.
[sunting] Kota Istimewa/Khusus

Kota Istimewa/Khusus Seoul (Seoul Teukbyeolsi; 서울특별시; --特別市)

Pembagian administratif Korea Selatan.
[sunting] Kota Metropolitan

Kota Metropolitan Busan (Busan Gwangyeoksi; 부산광역시; 釜山廣域市)
Kota Metropolitan Daegu (Daegu Gwangyeoksi; 대구광역시; 大邱廣域市)
Kota Metropolitan Incheon (Incheon Gwangyeoksi; 인천광역시; 仁川廣域市)
Kota Metropolitan Gwangju (Gwangju Gwangyeoksi; 광주광역시; 光州廣域市)
Kota Metropolitan Daejeon (Daejeon Gwangyeoksi; 대전광역시; 大田廣域市)
Kota Metropolitan Ulsan (Ulsan Gwangyeoksi; 울산광역시; 蔚山廣域市)

[sunting] Provinsi

Provinsi Gyeonggi (Gyeonggi-do; 경기도; 京畿道)
Provinsi Gangwon (Gangwon-do; 강원도; 江原道)
Provinsi Chungcheong Utara (Chungcheongbuk-do; 충청북도; 忠淸北道)
Provinsi Chungcheong Selatan (Chungcheongnam-do; 충청남도; 忠淸南道)
Provinsi Jeolla Utara (Jeollabuk-do; 전라 북도; 全羅北道)
Provinsi Jeolla Selatan (Jeollanam-do; 전라 남도; 全羅南道)
Provinsi Gyeongsang Utara (Gyeongsangbuk-do; 경상 북도; 慶尙北道)
Provinsi Gyeongsang Selatan (Gyeongsangnam-do; 경상 남도; 慶尙南道)
Provinsi Jeju (Jeju-do; 제주도; 濟州道)

[sunting] Geografi dan Iklim
Topografi Korea Selatan
!Artikel utama untuk bagian ini adalah: Geografi Korea Selatan

Luas Korea Selatan adalah 99.274 km2,[22] lebih kecil dibanding Korea Utara. Keadaan topografinya sebagian besar berbukit dan tidak rata.[23] Pegunungan di wilayah timur umumnya menjadi hulu sungai-sungai besar, seperti sungai Han dan sungai Naktong. Sementara wilayah barat merupakan bagian rendah yang terdiri dari daratan pantai yang berlumpur. Di wilayah barat dan selatan yang terdapat banyak teluk terdapat banyak pelabuhan yang baik seperti Incheon, Yeosu, Gimhae, dan Busan.[24]

Korea Selatan memiliki sekitar 3.000 pulau,[25] sebagian besar adalah pulau kecil dan tidak berpenghuni. Pulau - pulau ini tersebar dari barat hingga selatan Korea Selatan. Pulau Jeju yang terletak sekitar 100 kilometer di bagian selatan Korea Selatan adalah pulau terbesar dengan luas area 1.845 km2. Gunung Halla adalah gunung berapi tertinggi sekaligus sebagai titik tertinggi di Korea Selatan yang terletak di Pulau Jeju.[26] Pulau yang terletak di wilayah paling timur Korea Selatan adalah Uileungdo dan Batu Liancourt sementara Marado dan Batu Socotra merupakan pulau yang berada paling selatan di wilayah Korea Selatan.[24]

Iklim Korea selatan dipengaruhi oleh iklim dari daratan Asia dan memiliki 4 musim. Musim panas di Korea selatan yang dimulai bulan Juni bisa mencapai temperatur 40 derajat celcius (di kota Daegu), yang ditandai dengan datangnya musim hujan yang jatuh pada akhir bulan Juli sampai Agustus di seluruh bagian semenanjung. Sementara temperatur musim dinginnya rata-rata dapat jatuh pada suhu sejauh minus 10 derajat celcius di beberapa propinsi. Korea Selatan juga rentan akan serangan angin taifun yang menerjang selama bulan musim panas dan musim gugur. Beberapa tahun belakangan ini Korea selatan juga sering dilanda badai pasir kuning yang dibawa dari gurun gobi di Cina yang juga melanda Jepang dan sejauh Amerika Serikat.
[sunting] Ekonomi
!Artikel utama untuk bagian ini adalah: Ekonomi Korea Selatan

Korea Selatan memiliki ekonomi pasar dan menempat urutan kelima belas berdasarkan PDB. Sebagai salah satu dari empat Macan Asia Timur,[27] Korea Selatan telah mencapai rekor ekspor impor yang memukau, nilai ekspornya merupakan terbesar kedelapan di dunia.[28]. Sementara, nilai impornya terbesar kesebelas.[29]

Kesuksesan ekonomi Korea Selatan dicapai pada akhir 1980-an ketika PDB berkembang dari rata - rata 8% per tahun (US$2,7 milyar) pada tahun 1962[30] menjadi US$230 milyar pada 1989[31] Jumlah ini kira - kira 20 kali lipat dari Korea Utara dan sama dengan ekonomi - ekonomi menengah di Uni Eropa. Kemajuan ekonomi ini dikenal dengan nama Keajaiban di Sungai Han.[32]

Krisis Finansial Asia 1997 membuka kelemahan dari model pengembangan Korea Selatan, termasuk rasio utang/persamaan yang besar, pinjaman luar yang besar, dan sektor finansial yang tidak disiplin. Pertumbuhan jatuh sekitar 6,6% pada 1998, kemudian pulih dengan cepat ke 10,8% pada 1999 dan 9,2% pada 2000. Pertumbuhan kembali jatuh ke 3,3% pada 2001 karena perlambatan ekonomi dunia, ekspor yang menurun, dan persepsi bahwa pembaharuan finansial dan perusahaan yang dibutuhkan tidak bertumbuh. Dipimpin oleh industri dan konstruksi, ekonomi Korea Selatan mulai bangkit pada 2002 dengan pertumbuhan sebesar 5,8%. Jumlah penduduk dibawah garis kemiskinan sebesar 15% pada tahun 2003.[33] Indeks gini menunjukkan perbaikan, dari angka 35.8 menjadi 31.3 pada tahun 2007.[33] Nilai investasinya sebesar 29.3% dari PDB dan menempati urutan ke dua puluh satu.[33]

Pada 2005, di samping merupakan pemimpin dalam akses internet kecepatan-tinggi[34], semikonduktor memori, monitor layar-datar dan telepon genggam, Korea Selatan berada dalam peringkat pertama dalam pembuatan kapal, ketiga dalam produksi ban, keempat dalam serat sintetis, kelima dalam otomotif dan keenam dalam baja. Negara ini juga menempati peringkat ke tiga puluh enam dalam hal tingkat pengangguran, kesembilan belas dalam Indeks Kemudahan Berbisnis[35] dan ketiga puluh satu dari 179 negara dalam Indeks Kebebasan Ekonomi berdasarkan data tahun 2010.[36]
Korea Selatan yang dianggap tidak stabil pada 1960-an, saat ini telah berubah menjadi negara industri utama dalam kurang dari 40 tahun.

Ekspor bergerak dalam bidang semi konduktor, peralatan telekomunikasi nirkabel, kendaraan bermotor, komputer, baja, kapal dan petrokimia dengan mitra ekspor utama RRC 21.5%, Amerika Serikat 10.9%, Jepang 6.6% dan Hong Kong 4.6% [33]. Korea Selatan mengimpor plastik, elektronik dan peralatannya, minyak, baja dan bahan kimia organik dari RRC 17.7%, Jepang 14%, Amerika Serikat 8.9%, Arab Saudi 7.8%, Uni Emirat Arab 4.4% dan Australia 4.1%.[33]

Jumlah tenaga kerja berada di peringkat kedua puluh lima dunia [33]
Perusahaan Samsung Electronics adalah perusahaan elektronik terbesar di dunia[37]

Ekonomi Korea Selatan dipimpin oleh konglomerat besar yang dikenal dengan sebutan chaebol. Beberapa chaebol yang terbesar antara lain: Samsung Electronics, POSCO, Hyundai Motor Company, KB Financial Group, Korea Electric Company, Samsung Life Insurance, Shinhan Financial Group, LG Electronics, Hyundai dan LG Chem.[38][39]
[sunting] Transportasi
!Artikel utama untuk bagian ini adalah: Transportasi Korea Selatan
Bandar Udara Internasional Incheon, bandar udara terbaik di dunia selama 4 tahun berturut turut.[40][41]

Transportasi di Korea Selatan terdiri dari kereta api, bus, kapal ferry dan penerbangan udara. Jalur kereta api terdiri dari subway yang berada di enam kota: Seoul, Busan, Daegu, Gwangju, Daejon dan Incheon. Operator kereta api Korail menyediakan pelayanan kereta api hampir keseluruh kota besar di Korea Selatan.

Korea Selatan memiliki 103 bandar udara dengan Bandar Udara Internasional Incheon sebagai bandar terbesar. Bandar udara Incheon pernah dinobatkan sebagai bandar udara terbaik di dunia oleh Airport Council International.[40][41] Bandar udara internasional lainnya yang terdapat di Korea Selatan antara lain berada di Gimpo, Busan dan Jeju.

Maskapai penerbangan nasional Korean Air dibentuk pada tahun 1962, melayani 21.640.000 penumpang dengan 12.490.000 penumpang internasional.[42]. Asiana Airlines, dibentuk pada tahun 1988, melayani penerbangan domestik dan internasional. Penerbangan lain seperti Hansung Airlines dan Jeju Air melayani penerbangan domestik dengan harga yang lebih murah.
[sunting] Ilmu Pengetahuan & Teknologi
South Korean android EveR3 in a traditional hanbok
Android EveR3 dalam baju hanbok

Perkembangan IPTEK di Korea Selatan awalnya tidak berkembang dengan baik karena masalah pembagian korea dan Perang Korea yang terjadi setelah masa kemerdekaan. Kemajuan IPTEK mulai dirasakan pada tahun 1960an ketika pemerintahan diktator Park Chung-hee dimana ekonomi Korea Selatan melaju pesat.

Robotik telah menjadi riset dan pengembangan yang utama di Korea Selatan sejak 2003.[43] Pada 2009, pemerintah mengumumkan rencana untuk membangun taman tematik robot di Incheon dan Masan dengan dana pemerintah maupun swasta.[44] Pada 2005, Institut Ilmu Pengetahuan dan teknologi Korea Selatan mengembangkan robot humanoid kedua di dunia yang mampu berjalan. Institut Teknologi Industri Korea juga berhasil mengembangkan android Korea yang pertama, EveR-1 pada Mei 2006.[45]
[sunting] Hubungan luar negeri & Militer
!Artikel utama untuk bagian ini adalah: Hubungan luar negeri Korea Selatan
Presiden Korea Selatan Lee Myung-bak, dengan mantan Presiden AS George W. Bush.

Korea Selatan melakukan hubungan diplomatik lebih dari 188 negara. Korea Selatan juga tergabung dalam PBB sejak tahun 1991[46], bersamaan dengan bergabungnya Korea Utara. Pada 1 Januari 2007, Menteri Luar Negeri Korea Selatan pada saat itu, Ban Ki-moon resmi menjadi Sekretaris Jenderal PBB menggantikan Kofi Annan. Selain itu, Korea Selatan juga menjadi mitra stratergis ASEAN sebagai anggota Asean Plus 3 dan aktif dalam forum ekonomi dunia lainnya seperti G-20, APEC dan Konferensi Tingkat Tinggi Asia Timur.

Korea Selatan menjalin hubungan erat dengan RRC, terutama sejak Korea Selatan memutuskan hubungan dengan Republik Cina.[47] Uni Eropa menjadi mitra penting perdagangan Korea Selatan dan menjadi tujuan utama ekspor Korea Selatan. [48] Hubungan diplomatik dengan Jepang tidak pernah dicatatkan secara formal sejak Perang Dunia II, namun Traktat Hubungan Dasar antara Jepang dan Korea Selatan yang ditandatangani tahun 1965 menjadi dasar utama hubungan kedua negara. Korea Selatan dan Jepang mengalami persengketaan mengenai masalah Batu Liancourt,[49] namun secara administratif, kepulauan ini dimiliki oleh Korea Selatan karena Pengawal Pantai Korea Selatan bermarkas di pulau ini.[50]

Invasi serta ketegangan dengan Korea Utara telah mendorong Korea Selatan mengalokasikan 2.6% dari PDB dan 15% dari pengeluaran pemerintah untuk pembiayaan militer serta mewajibkan seluruh pria untuk mengikuti wajib militer. Jumlah tentara aktif Korea Selatan menempati urutan keenam terbesar di dunia,[51] urutan kedua dalam jumlah tentara cadangan dan sebelas besar dalam urusan anggaran pertahanan.

Pasukan militer Korea Selatan terdiri atas Angkatan Darat (ROKA), Angkatan Laut (ROKN) dan Korps marinir (ROKMC).[52] Angkatan bersenjata ini kebanyakan berkonsentrasi di daerah perbatasan Zona Demiliterisasi Korea. Seluruh pria Korea Selatan diwajibkan secara konstitusi untuk mengikuti wajib militer, umumnya untuk masa dua tahun.
[sunting] Pendidikan
Kelas dengan U-learning. Para siswa belajar dengan menggunakan e-book
!Artikel utama untuk bagian ini adalah: Pendidikan di Korea Selatan

Pendidikan di Korea Selatan dibagi dalam beberapa bagian seperti pada umumnya di negara lain: kelompok bermain, sekolah dasar , pendidikan menengah, dan sekolah tinggi/universitas. Berdasarkan hasil penelitian 2006 tentang Program Penilaian Pelajar Internasional dari OECD, Korea Selatan menempati urutan pertama dalam pemecahan masalah, urutan ketiga dalam matematika dan urutan kesebelas pada bidang sains[53]. Teknologi pada pendidikan di Korea juga dikembangkan hingga keseluruh daratan Korea dengan membuat jaringan akses internet berkecepatan tinggi di sekolah dasar dan lanjutan.[54] Pemerintah Korea melalui Kementerian Pendidikan juga memberikan beasiswa bagi siswa-siswi yang berasal dari luar Korea hingga mencapai 100.000 siswa per tahun.[55]
[sunting] Budaya
!Artikel utama untuk bagian ini adalah: Budaya Korea Selatan dan Budaya Korea

Korea Selatan dan Korea Utara memiliki kebudayaan yang sama, namun sejak Pembagian Korea pada tahun 1945, masing - masing negara mengembangkan bentuk kebudayaan kontemporer yang berlainan bentuk. Secara historis, kebudayaan Korea dipengaruhi oleh RRC, namun Korea mampu mengembangkan identitas budaya yang unik dan berbeda.[56] Kementerian Kebudayaan, Olahraga dan Pariwisata Korea Selatan aktif dalam mendorong budaya tradisional dalam bentuk modern lewat pembiayaan dan program - program edukasi.[57]
[sunting] Musik kontemporer, film dan televisi

!Untuk detail lebih lanjut tentang topik ini, lihat Hallyu.

Hingga tahun 1990an, trot dan ballad adalah musik populer yang mendominasi Korea Selatan. Bergabungnya grup rap Seo Taiji and Boys pada 1992 menandai perubahan besar dalam dunia musik Korea Selatan yang dikenal dengan istilah K-Pop, grup ini mencampurkan elemen genre musik populer seperti rap, rock dan techno ke dalam musik mereka.[58]

Sejak kesuksesan film Shiri pada tahun 1999, Film Korea mulai mendapatkan apresiasi secara internasional. Film lokal mulai mendominasi pasar terutama sejak pemberlakuan kuota yang mewajibkan bioskop untuk menampilkan film - film Korea paling sedikit 73 hari dalam satu tahun.[59]
[sunting] Demografi
!Artikel utama untuk bagian ini adalah: Demografi Korea Selatan

Korea Selatan memiliki kepadatan penduduk yang tinggi, sekitar 487,7 jiwa/km².[60] Jumlah ini sepuluh kali lebih banyak daripada rata - rata dunia. Kebanyakan penduduk hidup di daerah perkotaan karena migrasi besar - besaran dari pedesaan selama ekspansi ekonomi yang pesat pada tahun 1970, 1980 dan 1990.[61] Pada tahun 2005, Seoul merupakan kota terpadat di Korea Selatan dengan jumlah penduduk lebih dari 9 juta jiwa[62] disusul oleh Busan (3,4 juta jiwa), Incheon (2,4 juta jiwa), Daegu (2,3 juta), Daejeon (1,4 juta), Gwangju (1,4 juta) dan Suwon (1 juta).[62]

Pada tahun 2008, tingkat kelahiran per tahun sebesar 9 kelahiran dari 1.000 orang.angka ini merupakan yang terendah di dunia sedangkan harapan hidup rata - rata sebesar 79,10 tahun[63] yang merupakan tertinggi keempat puluh di dunia.[64]
[sunting] Agama
!Artikel utama untuk bagian ini adalah: Agama di Korea Selatan
Keagamaan Korea Selatan
agama persen
Atheisme

46.5%
Buddha

22.8%
Protestan

18.3%
Katolik Roma

10.9%
Islam

0.4%
Agama lain

0.4%
Buddha Won

0.3%
Konfusianisme

0.2%
Cheondoisme

0.1%
Seokguram Grotto di kuil Bulguksa, salah satu Situs Warisan Dunia

Hampir sebagian besar rakyat Korea Selatan memilih tidak beragama atau atheisme. Buddha adalah agama yang mempunyai penganut terbesar di Korea Selatan dengan 10.7 juta penduduk. Agama lainnya yang terbesar adalah Kristen Protestan dan Katolik Roma. Gereja Kristen terbesar di Korea Selatan, Yoido Full Gospel Church berlokasi di Seoul. Diperkirakan ada 45.000 warga Muslim Korea dengan 100.000 orang pekerja yang dari luar negeri yang berasal dari negara Muslim.
[sunting] Olahraga
!Artikel utama untuk bagian ini adalah: Olahraga di Korea Selatan
seorang praktisi taekwondo memperagakan teknik dollyo chagi

Sepak bola, basket, bulu tangkis, dan baseball adalah beberapa olahraga terpopuler di kalangan masyarakat Korea Selatan. Di bidang sepak bola, tim nasional Korea Selatan telah berhasil menembus babak kualifikasi Piala Dunia FIFA selama 8 kali berturut - turut dan merupakan rekor terbanyak di Asia. Baseball merupakan olahraga dengan jumlah spektator yang banyak, para pemilik klub baseball biasanya adalah para chaebol Korea Selatan. Tim baseball Korea Selatan berhasil meraih medali emas di Olimpiade 2008. Bulu tangkis telah menjadi perhatian para masyarakat terutama sejak banyak para pemain Korea Selatan yang menang dalam tingkat internasional.[65]

Taekwondo adalah olahraga asli dari Korea yang berkembang dengan pesat dan menjadi olahraga resmi pada Olimpiade sejak tahun 2000 di Sydney, selain itu Korea juga memiliki beberapa macam olahraga bela diri lainnya seperti taekkyeon, hapkido, tang soo do, kuk sool won, kumdo dan subak.[66]

Selain sukses dengan pengembangan olahraga aslinya, Korea Selatan juga berhasil menjadi tuan rumah berbagai perhelatan acara olahraga akbar. Pada tingkat Asia, Korea Selatan pernah menjadi tuan rumah Asian Games tahun 1986 di Seoul, 2002 di Busan, dan akan kembali menjadi tuan rumah pada 2014 di Incheon[67]. Pada tingkat internasional, Korea Selatan pernah menjadi tuan rumah Olimpiade tahun 1988 di Seoul dan bersama dengan Jepang menjadi tuan rumah Piala Dunia FIFA 2002.

Prestasi olahraga Korea Selatan terus meningkat. Korea Selatan menempati urutan keempat perolehan medali saat menjadi tuan rumah Olimpiade Seoul 1988, serta menjadi satu-satunya tim Asia yang berhasil menembus babak semifinal pada Piala Dunia FIFA 2002 yang diselenggarakan di Korea Selatan dan Jepang.

Di tahun 2010, Korea Selatan menjadi tuan rumah untuk balap mobil F1 di Yeongnam untuk pertama kalinya.[68]
[sunting] Lihat pula

Hari libur di Korea Selatan
Daftar negara-negara di dunia
대한민국
大韓民國
Daehan Minguk


Motto널리 인간세상을 이롭게 하라 (홍익인간)
Bawalah keuntungan kepada seluruh rakyat
Lagu kebangsaanAegukga (애국가)
Lagu Patriotik
tujaeng seong-gong eul fruiting 闘争の成功を結実 Struggle fruiting success