Halaman

Senin, 27 Juni 2011

Tes Seleksi PPD SMAN 2 Purwokerto dan SMAN 1 Bumiayu

 Well,aku mau cerita tentang pengalamanku jadi calon siswa.Wkwkwk
Aku mulai dari SMAN 2 Purwokerto dulu ya..

Hari Senin,6 Juni 2011.
Niatnya mau daftar hari ini di SMAN  2 Purwokerto,tapi aku masih sibuk ngurusin ini itu disekolah untuk melengkapi persyaratan pendaftaran yang belum keluar.Sibuk masuk TU berjam jam ke perpustakaan,ke Ruang Media.Huh cape.
Pas itu udah jam 11.13 WIB.
Aku duduk di depan ruang BK sambil nunggu Yuyun(Yunita Ekka Permatasari) dengan Farhah.
Pas itu hpku geter. Aku coba ambil hp dari saku celana sebelah kanan,lalu aku liat si merah ternyata incoming call from Papah.Oke aku angkat.Ini percakapan singkat kami:
Papah: Suryamjadi ga ke SMA 2nya?
Surya : Besok lah pah, sama temen temen pake bus,ini juga lagi sibuk ngurusin SKHU
Papah :Sama siapa aja?
Surya :Sama yuyun sama farhah
Papah:klo sekarang kan papah anter pake mobil,besok papah ada rapat di brebes
Surya : Yaudah rapat aja sana.Surya daftar sama yuyun besok pake Bus.
Papah :Bener?
Surya :Ya lah.
tut tut tut tut.. Percakapan usai.
Besoknya aku kumpul disekolah sama yuyun,sebelumnya kami narikin sumbangan,yuyun sih yg narik aku ngga, pas kebetulan Senin sore teman yuyun yg 1 kelas dengan yuyun meninggal karena kecelakaan,maka dari itu kita muter muter narik sumbangan sukarela.Tapi pas jam 9 aku nyamperin yuyun,ngajak berangkat sekarang ke purwokertonya, takut terlambat.Hehhe
Oke sampe deh di Purwokerto,
kita naik angkot D2 dari Karanglewas trus berhenti di depan pintu gerbang SMPN 6,oke kita masuk ke gerbang smadha.Uhh ramenya.Aku sama yuyun sempet malu krn clingak clinguk sendirian,kayak orang ilang,Hhhe
Nah, kita langsung cepet cepet masuk ke ruang pendaftaran sebelumnya kita beli stofmap yg disediain panitia.Kita langsung masuk deh ke ruang brp ya waktu itu,yg jelas itu ruang Matematika 4.Hhhe
~Senin,13 Juni 2011 Tes Akademik SMAN 2 Purwokerto~
Uhh, bosen banget aku di dlm ruangan, udah matematikanya soalnya sulit, pengawasnya mBTin banget,panas,pusing,laper.Ahh campur aduk . Ga konsen ngerjain soal.Uhhhh
Udah muka temen temen yg lainnya pada serius serius semua.Tapi ada yg njengkelin bener deh.Itu anak SMP 6 Pwt, tu orang ga punya sopan santun apa gimana sih ya?? udah lupain lah.
Jam 13.00 saatnya pulang, di depan  ruangan udah ada papah yg njemput.Yaudah ku sama yuyun ketemu cuma sampe depan gerbang smadha. Uhhh


SMAN 1 Bumiayu

Pendaftaran. Aku daftar, tapi dari rumah feelingnya udah ga enak krn kurang 1 syarat.SKHUN sementasi asli. Aku SKHUN Sementara yang asli di SMAN 2 Purwokerto. Uhh
Yaudah ttp tenang daftar.Pas di smansabum, aku nyerahin berkasnya.Trus dipanggil,di bilangin inilah itulah sampe kayak dibentak.Uwekekekk Hhahha
aku pulang langsung ke SMP, minta SKHU lagi.Untungnya ada pak KepSek yg baik hati itu.Uhh jadi cepet deh urusan di TUnya.Hhhaha

Besoknya dianter papah ke smansabum lagi dengan tujuan melengkapi yang kurang.
Yapp beres berkasku diterima.

Besoknya tes.Halah soalnya super gampang.Wkkwkw
ga kayak soal di smadha.
Hahha
Pas tes aku liat kanan kiri depan belakang.Ngliatin muka anak yg suker krn dia merasa soalnya sulit.Hahha beda banget ga kayak di smadha.

Sorenya. Aku cari nama surya di papan pengumuman, Yap ada. Diterima Peringkat 55.Halahh, ga memuaskan tp ttp di syukurin.Wkwkwk

BERSAMBUNG
tujaeng seong-gong eul fruiting 闘争の成功を結実 Kampf Fruchtkörper Erfolg Struggle fruiting success

Menyesal

 Menyesal.Yap itulah yang kurasakan sekarang.

Kenapa aku nyesel?

Jawabannya simpel. Karena ketololanku yang selama 2 semester di kelas IX tidak bisa berbaur dengan teman teman kelas IXE,bahkan sampe mau ujian pun yang deket di kelas cuma 1 2 orang.Hufh
Nyesel waktu itu ku ga gabung sama temen temen IXE, malah gabung sama temen kyk geng padahal beda kelas.Setiap istirahat aja aku ga pernah dikelas main sama temen kelas.Itupun kalo lagi bad mood terpaksa lemes lemesan di dlm kelas.KBM aja sampe ga konsen.Haha.Tapi moment paling asyik pas Try Out, tp Try Out ku agak sebel krn sainganku nilainya lebih tinggi dariku, tapi pas pembagian rapot juga akulah the bestnya. Wkkwkwk #sombong dilakhnat Allah. Ampun ya Allah,cuma bercanda kok sombongnya. Hhhhe
Pas Ujian Sekolah dan Ujian Nasional kekompakan kelasku dapat dirasakan.Hal aneh yang menimpa diriku adalah "Aku mau membagi jawaban dengan temen yang lain" Padahal aku itu biasanya paling gamau kalo sampe ngasih jawabanku ke sainganku apalagi yang lainnya.Tapi saat itu ga kepikiran sampe situ.Kepikirannya "Kita 274 Siswa masuk bareng bareng otomatis keluar juga harus bersama sama dong"
Nah, disitu rasa kemanusiaanku diuji.Di UN yang kurasakan itu ga ada yang namanya anak Pinter,Cerdas,Ndablong,Males,Ato lainnya lah.Semuanya sama sedang berjuang untuk 1 kata yaitu: "LULUS". Moment yang ga aku lupa yaitu waktu UN Mapel terakhir,hari terakhir yaoitu IPA. Busseet,gokilll  peserta satu ruanganku ada cekcok sedikit dengan Pengawas karena saling menyalahkan identitas.Hhha
Lucu banget lah pokoknya.
Ga kayak 3 mapel dan 3 hari sebelumnya yang keluar dari ruangan pas bel selesai di bunyikan.
Hhhahha
Gila mereka ngerjainnya pada cepet cepet banget, ada yg duduknya di depan lari kebelakang minta jawaban,ada yg lempar lemparan kertas,ada yg inilah ada yg itulah.Semuanya Unik lah.Masalahnya waktu SD itu aku ga ngrasain UN kyk gini sih.Di SD ku dulu anaknya pinter pinter makanya ngerjain UN pada diem semua.Huh!!

The Beautiful Experience.Hhha

~BERSAMBUNG~

Tapi semua ini aku jadikan pelajaran dan pengalaman.Dan semoga SMA aku tidak mengulangi hal dan kesalahan yang sama.


tujaeng seong-gong eul fruiting 闘争の成功を結実 Kampf Fruchtkörper Erfolg Struggle fruiting success

Senin, 20 Juni 2011

Kote Terbaik di Indonesia

 1. Purwokerto
Kota kripik ini terletak di kaki gunung Slamet. Kota bisnis yang sedang berkembang ini memiliki hawa sejuk. Disinilah selera musik membentuk dunianya sendiri, tidak terpengaruh dunia luar. Terbukti band-band indie berbagai aliran tumbuh subur disini.
2. Bandung
Kota yang terletak di ketinggian ini adalah kota yang klasik. Masih banyak terdapat bangunan tua yang eksotis. Dtambah, Bandung sebagai kota Mode indonesia.

3. Yogyakarta
Kota pendidikan di Indonesia. Menjanjikan hiburan murah khas mahasiswa. Kota ini rawan gempa namun terkenal sebagai tujuan wisata kedua setelah Bali.

4. Magelang
Magelang terkenal akan Borobudurnya. Namun kota ini adalah kota yang tersusun rapi. Mungkin satu-satunya kota yang memiliki paru-paru kota di pusat yang berupa bukit hijau yang disengaja untuk tetap asri.
5. Wonosobo
Mengejutkan memang Kota kecil di tengah Jawa ini menjadi salah satu kota ternyaman. Namun pada kenyataannya kota ini sangat nyaman untuk ditinggali. Sejuk karena berada di dataran tinggi. Disampingnya berdiri gunung Sindoro-Sumbing.

6. Malang
Kota yang terletak di dataran tinggi. Terkenal dengan tempat wisatanya, Batu dan apel-nya.

7. Bogor
Kota kecil yang terletak di selatan Jakarta terlihat asri dengan Kebun Raya-nya yang terletak di tengah kota. Jalanannya yang terlihat semrawut dengan angkot mengurangi kenyamanan kota ini.

8. Jakarta
Ibukota Indonesia, kota terbesar di Indonesia. Merupakan pusat bisbis yang menjanjikan. Buruknya tata kota, kebersihan dan masalah lain menjadikan Jakarta berada di peringkat bawah.


9. Surabaya
Kota terbesar kedua di Indonesia. Merupakan pusat bisnis yang berkembang pesat. Salah satu kota terbaik untuk ditempati, namun polusi udara yang meningkat membuat skor Surabaya menurun

10. Garut
Kota yang dikelilingi gunung ini terletak di jawa barat.
Jalanan kecil nan tenang membuat kota ini terasa sangat nyaman. Terdapat tempat wisata Cipanas yang terkenal. Sejuknya kota ini menjadi daya tarik tersendiri. Sulitnya kota ini dicapai menjadi nilai minus.
tujaeng seong-gong eul fruiting 闘争の成功を結実 Kampf Fruchtkörper Erfolg Struggle fruiting success

Minggu, 12 Juni 2011

Belajar dari Barrack Obama

Belajar dari Obama

Barack Obama resmi dilantik menjadi Presiden Amerika
Serikat pada tanggal 20 Januari 2009. Di antara sekian
banyak pemberitaan mengenai Obama, ada beberapa
pelajaran menarik yang dikutip dari berbagai sumber
Semoga dapat menjadi inspirasi bagi kita semua.

I. PERUBAHAN
Budiarto Shambazy – Artikel “Selamat Barry Obama” – Kompas.com 6 November 2008 :
“Barry memiliki keyakinan pada organisasi politik yang dikelola atas basis komunitas tempat tinggal. (Buku) Dreams from My Father menyajikan perjuangan Obama mengorganisasi “mikropolitik” yang mudah diberdayakan ke skala lebih besar, mulai dari tingkat kota, regional, sampai nasional. Ia memulai awal karier politik di Chicago tahun 1983. Ia tinggalkan gaji besar di pasar saham Wall Street, New York, untuk menjadi community organizer alias politisi. “Perubahan bukan slogan kosong yang datang dari atas, tetapi dari pengalaman berpolitik di akar rumput,” kata Barry.”
II. KERJA KERAS
Budiarto Shambazy – Artikel “Selamat ‘Barry’ Obama” – Kompas.com 6 November 2008 :
“Barry organisator komunitas di Calumet, Chicago selatan, yang dihuni kalangan bawah dari warna kulit yang berwarna-warni. Dana bagi politisi “bau kencur” macam Obama datang dari kalangan kaya, kota praja, pebisnis, atau para donor di luar negeri. Gajinya pas-pasan, jadwal hariannya bagai “diuber setan”, dan akhir pekan dia habiskan untuk belajar lagi. Ia datangi rumah warga satu per satu mendata masalah mereka, mulai dari selokan mampat, leding air tak menetes, sampai bagaimana caranya mengusir para muncikari. Tak jarang ia ditolak, diusir, bahkan dimaki. Di Altgeld Gardens, Chicago selatan, Barry mencari lowongan bagi penganggur menyusul penutupan sejumlah small and
medium enterprises (SME) atau pabrik-pabrik yang produk-produknya kalah bersaing dengan kualitas barang-barang serupa dari luar negeri.”
III. TEKUN
Budiarto Shambazy – Artikel “Selamat ‘Barry’ Obama” – Kompas.com 6 November 2008 :
“Barry memaksa kota praja membongkar asbestos di apartemen karena bahan bangunan itu menjadi sumber penyakit kanker hati. Ia tak segan mengerahkan pendemo atau memanfaatkan pers untuk membongkar konspirasi pebisnis dengan politisi. Secara perlahan tetapi pasti, warga mendengar rekor Barry yang akhirnya memimpin CCRC. Ia sukses menambah jumlah organisasi anti-kenakalan remaja,
membuat sistem manajemen sampah, memperbaiki jalan, membersihkan selokan, dan membuat sistem keamanan mandiri. Barry politisi yang merangkak dari bawah, yang telah membuktikan politik pengabdian tak kenal lelah, yang jika diseriusi pasti membuahkan hasil. Ia matang berkat “politik eceran” (retail politics) yang rajin ditekuninya dengan menggeluti topik hubungan luar negeri, UU kode etik politisi, kesejahteraan rakyat miskin, pendidikan anak, masalah veteran, kesehatan, pendidikan, buruh, pensiunan, sampai pembasmian flu burung.”
IV. KEMAUAN BELAJAR
Budiarto Shambazy – Artikel “Selamat ‘Barry’ Obama” – Kompas.com 6 November 2008 :
“Barry Junior juga lulus dari Harvard Law School dan jadi presiden kulit hitam pertama di Harvard Law Review, jurnal hukum berwibawa. Ia senator kulit hitam yang ketiga dalam sejarah Amerika Serikat.”
V. KEPRIBADIAN KUAT
Simon Saragih – Artikel “Strategi Jitu Hingga 4 November” – Kompas.com 5 November 2008 :
“Salah satu alasan kehandalan organisasi Obama adalah kekuatan kepribadian orang-orang yang masuk bergabung. Organisasi memastikan, setiap orang harus tenang serta saling bekerja sama dan dari awal harus diketahui jika ada yang melanggar aturan. Risikonya adalah keluar dari organisasi. Hanya ada sekitar 3 orang yang harus di depan, sebuah angka kecil dan menunjukkan rancangan organisasi yang bagus. Tentu Obama sendiri adalah pribadi yang tenang. Dia kukuh soal itu. Banyak yang tidak paham manfaat dari ketenangan ini, yang sangat menolong dalam politik, yang pada umumnya mengandalkan penampilan dan sex appeal. Dia tak mau terlihat terlalu bersemangat dan tetap tampil tenang, ini penting bagi seorang bintang. Andaikan dia kehilangan ini, hasil mungkin akan beda.”
VI. KEJUJURAN
Simon Saragih – Artikel “Strategi Jitu Hingga 4 November” – Kompas.com 5 November 2008 :
“Obama tidak terlalu mudah dijangkau wartawan. Sebagai kandidat yang mendambakan transparansi, Obama seharusnya lebih banyak menggunakan media. Akan tetapi, Obama tidak berbohong dan tidak menghindari persoalan demi tujuan politiknya semata. Warga mencium ketulusan ini, keunggulan besar bagi seorang politisi.”
VI. ORGANISASI
Simon Saragih – Artikel “Strategi Jitu Hingga 4 November” – Kompas.com 5 November 2008 :
“Keunggulan Obama lainnya adalah dalam organisasi yang ditata mulai dari puncak hingga ke bawah. Selain memiliki pimpinan organisasi yang andal, petugas operasional di lapangan juga ditata rapi sertai melibatkan siapa saja, etnis, usia, dan ras dari segala umur. Superioritas Obama dalam perencanaan dan organisasi terlihat jelas mulai dari penggalangan dana yang mencengangkan, upaya mendekati delegasi, hingga pemanfaatan jaringan sosial, termasuk komunitas di internet (Facebook, Twitty). Bentuk organisasi dengan 700 anggota adalah salah satu kisah kesuksesan Obama yang tidak diketahui banyak orang.”
VII. TEKNOLOGI
Simon Saragih – Artikel “Strategi Jitu Hingga 4 November” – Kompas.com 5 November 2008 :
“Obama adalah figur baru dalam politik AS. Namun, idealisme dan pengalamannya selama beberapa tahun menjadi community organizer di sudut miskin Chicago selepas lulus Universitas Harvard, meyakinkan Obama bahwa politik harus bersifat Bottom-Up, bukan Top-Down. Keyakinan untuk mewujudkan politik Bottom-Up ini mewarnai cara Obama berkampanye. Majalah The Atlantic Monthly (Juni 2008) menurunkan laporan tentang mesin politik Obama. Kunci kesuksesan Obama adalah kemampuannya mengintegrasikan teknologi informasi ke dalam seluruh kampanyenya.
“Kampanye” paling awal Obama adalah sebuah malam pengumpulan dana di Silicon Valley. Pengumpulan dana yang berlangsung sebelum Obama resmi menjadi mendeklarasikan diri menjadi calon presiden ini terbukti menjadi basis bagi mesin kampanyenya. Para entrepreneur teknologi di Silicon Valley, dari perusahaan kecil dan besar, bergabung dengan Obama dan membantu merancang kampanye pengumpulan dana melalui internet. Chris Hughes, pendiri situs Facebook – sebuah jaringan sosial berbaris internet paling populer di kalangan mahasiswa dan pelajar di AS – memutuskan cuti dari perusahaannya agar bisa bekerja full-time di markas besar tim kampanye Obama di Chicago. Jaringan sosial berbasis internet itu selanjutnya menjadi tulang punggung penggalangan dana dan media bagi para relawan kampanye.
Berkat kecanggihan memanfaatkan jaringan internet, tim kampanye Obama memiliki 750.000 relawan aktif, 8.000 kelompok pendukung, dan tim ini mengorganisasi 30.000 events dalam 15 bulan kampanye pemilihan pendahuluan. Video-video rekaman pidato dan event-event yang dihadiri Obama bisa diakses gratis melalui podcast di iTunes store. Hasilnya, ratusan ribu orang bisa merasakan gemuruh pendukung Obama di tempat kampanye dan menangkap pesan kampanye melalui layar iPod masing-masing, Youtube, Facebook, dan My-Space. Secara cerdas, internet dimanfaatkan Obama dengan efektivitas yang tak dapat ditandingi kandidat lain.
Donasi melalui internet adalah politik baru yang dibawa tim kampanye Obama. Tercatat, Obama menerima donasi dari 1,3 juta orang melalui internet. Kenyataan ini menghancurkan paradigma lama pengumpulan dana melalui lobbyist dan pebisnis besar. Obama lebih mengandalkan donasi berjumlah kecil dari massa pemilih yang berjumlah jutaan orang. Tim kampanye Obama melaporkan, 94% donasi yang mereka terima datang dari individu-individu yang menyumbang kurang dari 200 dollar AS. Dengan pencapaian ini, Obama benar-benar mewujudkan dan mentranslasikan politik Bottom-Up yang dipelajari sebagai community organizer ke dalam pengumpulan dana kampanye menuju Gedung Putih.
VIII. LATAR BELAKANG
Budiarto Shambazy – Artikel “Selamat ‘Barry’ Obama” – Kompas.com 6 November 2008 :
“Barrack Hussein Obama atau Barry bersekolah di SD Negeri 04 Percobaan di Jalan Besuki, Jakarta Pusat. Ibu Barry asal Kansas, ayahnya orang Kenya. Bapak tirinya Lulu Soetoro. Waktu kecil Barry hidup sederhana di Jakarta, saat dewasa pengacara top lulusan Harvard.
Rumahnya di Jakarta tak berkakus duduk, di halaman belakang ada beberapa ekor ayam peliharaan, dan di dekat jendela banyak jemuran bergelantungan. “Jenderal-jenderal membungkam hak asasi, birokrasinya penuh korupsi. Tak ada uang untuk masuk ke sekolah internasional, saya masuk sekolah biasa dan bermain dengan anak-anak jongos, tukang jahit, atau pegawai rendahan,” tulisnya.
Setiap orang terkesiap mendengar ia menyebut namanya “Barry Hussein Obama” (mirip Saddam Hussein dan Osama bin Laden) sambil mengulurkan tangan saat kampanye jadi anggota Senat di Springfield, Illinois. Nama Barry meroket ketika dipilih sebagai pengucap pidato kunci Konvensi Partai Demokrat 2004.
“Tak ada orang hitam Amerika dan orang putih Amerika dan orang Latin Amerika dan orang Asia Amerika, yang ada hanyalah Amerika Serikat. Saya tak punya pilihan lain kecuali memercayai visi Amerika. Sebagai anak lelaki hitam dan perempuan putih, sebagai orang yang lahir di Hawaii yang multirasial bersama saudara tiri yang separuh Indonesia, punya ipar dan keponakan keturunan China, punya saudara-saudara mirip Margaret Thatcher…, saya tak bisa setia pada sebuah ras saja.” (Komapas.com)

tujaeng seong-gong eul fruiting 闘争の成功を結実 Kampf Fruchtkörper Erfolg Struggle fruiting success

Belajar dari KOREA SELATAN

 Tuntutlah ilmu hingga ke negeri China, namun bergurulah tentang strategi pembangunan ekonomi dan industrialisasi pada Korea Selatan. Mungkin itu adalah pepatah paling tepat untuk Indonesia.
Korea Selatan adalah negara yang dalam empat dekade sejak merdeka tahun 1945 mampu melakukan transformasi ekonomi secara dramatis. Dari semula salah satu negara pertanian tradisional paling miskin yang baru bangkit dari puing-puing Perang Korea dan penjajahan Jepang, menjadi negara industri modern paling dinamis dan diperhitungkan dunia memasuki abad 21.
Dekan Graduate School of International Studies, Seoul National University, Taeho Bark, menggambarkan Korea Selatan hingga akhir 1950-an ibarat negara tanpa harapan. Perekonomian waktu itu masih didominasi sektor pertanian tradisional, miskin, nyaris tanpa sumber daya alam (SDA), dan inflasi tertinggi di dunia.
Begitu miskinnya, menurut Deputi I Direktur Pelaksana Dana Moneter Internasional Anne O. Krueger, untuk sekadar bertahan, Korea Selatan harus bergantung pada utang luar negeri. Saking miskinnya, AS juga sampai memutuskan mengurangi bantuan karena mengira Korea Selatan tidak akan pernah bisa tumbuh.
Tak sampai empat dekade kemudian, Korea Selatan menjungkirkan semua pesimisme dan menyalip negara yang pernah memandang sebelah mata. Sikap AS itu justru membuat Korea Selatan sadar, hanya kebijakan radikal yang bisa membebaskan perekonomian dari stagnasi dan kemiskinan.
Dalam 4,5 dekade; produk domestic bruto (PDB) Korea Selatan meningkat 420 kali lipat dari 2,3 mliar dollar AS (1962) menjadi 969,9 milliar dollar AS (2007), sementara PDB per kapita naik 230 kali dari 87 dollar AS menjadi 20.045 dollar AS per tahun.
Korea Selatan juga mencatat pertumbuhan ekspor rata-rata di atas 30 persen per tahun selama tiga dekade lebih. Nilai ekspor melonjak dari 3 persen dari PDB (1962) menjadi 37 persen dari PDB (2000). Ekspor yang sebelumnya 88 persen berupa produk primer, tahun 2004 sekitar 97 persennya berupa manufaktur teknologi tinggi.

Volume perdagangan meningkat 66 kali lipat dari 11 miliar dollar AS (1974) menjadi 728 miliar dollar AS (2007). Ini menempatkan Korea Selatan sebagai kekuatan dagang ke-11 terbesar dunia. Korea Selatan juga pemilik cadangan devisa terbesar
keempat.
Di semua komoditas ekspor unggulan, Korea Selatan hampir selalu mendominasi: nomor satu di industri pembuatan kapal; ketiga di semikonduktor; keempat di digital elektronik; kelima untuk baja, petrokimia, dan tekstil; serta kelima di otomotif.
KUNCI SUKSES
Bagaimana dari negara miskin sumber daya, Korea Selatan bisa membangun kekuatan industri yang begitu dahsyat? Kasus Korea Selatan menunjukkan kunci sukses suatu pembangunan ekonomi bukan terletak pada ada atau tidak adanya SDA (Sumber Daya Alam), tetapi pada ada tidaknya kemauan dan kemampuan manusianya, terutama level pemimpinnya, dan pada pilihan pilihan strategi kebijakan.
Keberhasilan Korea Selatan, menurut ekonom Korea Institut for International Economic Policy, Chuk Kyo Kim, adalah karena negara ini memberikan perhatian besar pada pendidikan, pembangunan sumber daya manusia, serta investasi agresif di kegiatan penelitian dan pengembangan.
Sukses Korea Selatan juga ditopang oleh tumbuh suburnya jiwa kewiraswastaan, tenaga kerja yang sangat terlatih, pengelolaan utang luar negeri yang baik, pemerintahan yang relatif bersih, iklim perdagangan dunia yang liberal, makro-ekonomi yang solid, dan kondisi sosial-politik yang relatif bebas dari konflik.
Keberhasilan Korea Selatan jelas didukung oleh budaya kerja keras dan etos kerja yang tinggi. Orang Korea Selatan dikenal sebagai pekerja keras, dengan jam kerja jauh lebih panjang dibandingkan negara-negara yang tergabung dalam Organisasi Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi (OECD) lain. Faktor lain adalah adanya kemitraan kuat antara pemerintah, swasta dan masyarakat, serta kemampuan masya-rakat untuk beradaptasi dengan cepat terhadap perubahan teknologi dan tantangan baru.
Dari sisi strategi kebijakan, dari awal penguasa Korea Selatan menyadari pentingnya mengembangkan sektor generatif. Hal itu meliputi sektor-sektor ekonomi unggulan yang secara simultan bisa menjadi sumber akumulasi kapital dan memungkinkan terjadinya pertumbuhan berbagai industri turunan dan industri terkait, sekaligus sumber inovasi teknologi dan kelembagaan, seperti pada kasus industri baja dan industri pembuatan kapal.
Industri baja yang kuat menjadi katalis bagi tumbuhnya industri otomotif, pembangunan kapal, peti kemas, jalan raya, konstruksi, dan industri perlengkapan rumah tangga, yang saling mendukung dan memperkuat. Sementara itu, industri pembuatan kapal melahirkan industri rekayasa elektrik, elektronik, kimia, material, dan mekanis.
Terbangunnya industri generatif yang kokoh dimungkinkan karena ada dukungan total dari pemerintah, tak hanya insentif dan pendanaan, tetapi juga dihapuskannya berbagai hambatan. Kesabaran, konsistensi, dan ketekunan Korea Selatan mengembangkan industri generatif di awal industrialisasi menunjukkan pentingnya strategi “memperbesar kue ekonomi” lebih dulu sebagai jalan keluar dari kemiskinan ketimbang sibuk mencari cara untuk menggerogoti kue demi kepentingan diri sendiri seperti yang terjadi di Indonesia. (Kompas, Jumat 18 Juli 2008, halaman 1)
tujaeng seong-gong eul fruiting 闘争の成功を結実 Kampf Fruchtkörper Erfolg Struggle fruiting success