Minggu, 31 Maret 2013
H-4 OSK
H-4 OSK? Yap. OSK tinggal 4 hari.
Tahun ini aku resmi jadi delegasi sekolah untuk OSK Geografi 2013. OSK mata OSN baru cuy. Jelas ini perjuangan banget. Sempet ngeluh, cape lah, pusing lah, tapi ya ini tantangan. Untuk pengalaman juga.
Dulu pas jaman kelas VII SMP sempat ikut Tim Olimpiade Fisika disekolah. Dan udah di siapin untuk delegasi pas penulis kelas VIII nanti. Karena, sekolah punya kebijakan setiap ada kompetisi semacam OSN gitu yang dipilih anak-anak kelas VIII. Ya udah akhirnya sabar nunggu sampe kelas VIII. Tapi ternyata, kelas VIII pindah haluan ke Tim Olimpiade Biologi. Dengan alasan simpel, sahabat-sahabatku di Olimpiade Biologi semua. Masa aku di Fisika sendirian? Haha simpel yah? Dan ngga berbobot menurutku.Akhirnya, karena ngga ada persiapan dari kelas VII penulis secara resmi tidak lolos menjadi delegasi untuk Olimpiade Biologi. Dan sahabat-sahabat penulislah yang menjadi delegasi untuk Olimpiade Biologi. Selamat ya kawan?
Jaman SMA. Kelas X tahun lalu, penulis ikut tim Olimpiade Kebumian Smansa. Dengan melalui tes Olimpiade di sekolah yang persaingannya ketat sekali, akhirnya bisa lolos.Perasannya biasa aja, ngga terlalu nge-wah. Tapi tetep bersyukur. Namun sangat di sayangkan. Penulis tidak menjadi delegasi sekolah untuk OSN Kebumian. Yah, karena pengetahuan penulis masih dangkal sih. LOL.
Tahun ini, penulis duduk di bangku kelas XI IPS di salah satu SMA Favorit di kabupaten penulis. Tahun ini, penulis resmi jadi delegasi sekolah untuk OSN Geografi. Mapel baru lho? LOL. Tantangannya besar sekali. Akhir-akhir ini lebih sering ngeluh karena cape lah materinya banyak lah dan lain sebagainya. Tapi penulis sadar, ikut OSN itu sudah menjadi komitmen penulis. Dan penulis akan memperjuangkan komitmen yang pernah penulis buat. Tetap berusaha dan berdoa. Yang penting usaha, urusan menang atau kalah itu nomer ke sekian. Insya allah, usaha besar juara pasti di dapat. Amin
Sekian, terima kasih :)
Sabtu, 01 Desember 2012
Cara Mudah Menjadi Guru Yang Hebat Di Mata Siswa
![]() |
| Gb.1 Guru Bahasa Jiwa Bangsa. Sumber : Google |
Menjadi guru yang baik saat mengajar bukan soal sifat si guru tersebut tapi soal kemampuan mengatur irama pembelajaran. Guru yang sifatnya baik pun akan cepat marah jika muridnya sering berlaku tidak tertib. Salah satu hal yang membuat siswa tertib adalah kesibukan yang bermakna. Membuat siswa bisa sibuk namun tetap bermakna memang tantangan semua guru. Ada guru yang senang memberi soal sulit pada siswanya dengan harapan siswanya sibuk dan waktu mengajar dia tidak dipusingkan oleh masalah perilaku.
Padahal sebaliknya hal tadi hanya terjadi pada siswa yang perilakunya memang sudah baik, sementara anak-anak yang lain akan cepat bosan dan justru membuat ulah karena merasa gurunya memberi pekerjaan sulit tanpa jalan keluar. Karena pekerjaannya sulit membuat anak -anak yang memang sudah bermasalah pada perilaku akan timbul lagi keinginannya untuk membuat keributan dan ujung-ujungnya guru akan merasa gagal dalam mengajar siswanya di hari itu.
Ada beberapa cara untuk membuat jam pelajaran anda berlalu tanpa terasa baik kita sebagai guru maupun siswa sebagai penikmat cara mengajar dan perencanaan mengajar kita.
- rencanakan dalam seminggu perencanaan mengajar anda
- selalu update rencana pengajaran anda setelah dan sebelum mengajar
- tidur yang cukup setiap hari. Hal ini penting agar suasana hati kita terjaga dan tidak mudah emosi
- rencanakan pengajaran anda dalam team, jika tidak mungkin konsultasikan formal dan informal RPP anda pada rekan sesama guru.
- masuk kelas lebih awal bisa 3 menit atau 5 menit lebih awal.
- pikirkan 3 strategi atau rencana dalam mengajar, dengan demikian anak yang cepat selesai tetap punya kegiatan
- saat mengajar sempatkan memotivasi siswa. memotivasi itu bukan memuji karena memotivasi anda perlu mendalami karakter anak yang anda ingin motivasi
- tebarkan senyum pada seisi kelas
- ucapkan salam dengan semangat saat akan mengajar
- berikan soal yang menantang dan bukan sekedar sulit
- minta siswa untuk ajarkan siswa lainnya jika ia sudah selesai
- kurangi gaya ‘one man show’ saat mengajar, kurangi semangat untuk menceramahi siswa. Biarkan siswa juga berbicara di kelas, berbagi mengenai strateginya dalam mengerjakan soal yang anda berikan.
WL, SURYA NUSWANTORO
Selasa, 27 November 2012
Pendidikan Kewarnganegaraan
Perilaku yang tidak patut dilakukan oleh pelajar seperti penulis ini adalah membuka laptop saat pelajaran berlangsung padahal bukan buka materi pembelajaran, namun online with wifi. Wah kelakuan -_-.
Padahal dikasih tugas untuk ngerjain Lembar Kerja Siswa, tapi beberapa udah selesai makanya berani online. Beruntungnya. Hahaha
Hari ini ada pertunjukan dan penilaian seni tari. Penulis mendapat bagian menari Tari Saman. Doakan ya readers agar sukses saat pertunjukan.
Sekian online yang kurang baiknya, sampai jumpa pada postingan berikutnya.
WL, SURYA NUSWANTORO
Minggu, 18 November 2012
This Week : Whatever
Halo,readers? Jumpa lagi dengan penulis yang sok penulis, yang kadang melankolis dan kadang anti melankolis. Okesip.
Karena dan berhubung hanya diberi waktu 25 menit untuk membuka internet via laptop (kalo di hp gak ada waktunya alias bebas) karena masih harus lanjut belajar. Demi kesuksesan, apa sih yang ngga? Haha.
Oke, kali ini mau ngeposting yang berkaitan dengan asal-asalan alias sembarang posting. Sembarang posting tapi terpikirkan. Nah lho? Maksudnya apaan?
Beberapa minggu ini sang penulis sedang menggalau ni readers. Kenapa? Yap. Ada beberapa alasan,readers.
Salah satunya tentang rencana lanjut studi atau rencana studi lanjut . Walaupun masih sekitar 1 setengah tahun lagi, tapi udah harus di persiapkan dengan matang biar tidak menyesal pada akhirnya. Siiplah.
Keluarga, mulai dari ibu hingga saudara-saudara mendukung penulis untuk lanjut studi di UGM. Dan ambil jurusan Manajemen (prodi idaman sang penulis). Namun, keinginan keluarga sang penulis dan sang penulis nampak bertolak belakang. Penulis ingin sekali bisa menjadi bagian dari SBM-ITB (Sekolah Bisnis dan Manajemen), dan menimbulkan kontra dengan keluarga penulis. Keluarga sang penulis beralasan jika untuk seseorang yang boros seperti penulis (mohon jangan ditiru kebiasaan boros) tidak seharusnya melanjutkan studi di kota yang berbiaya hidup tinggi dan juga banyak hal menarik. Nah lho! Galau kan?
Salah satu kakak dari ibu mendukung penulis untuk melanjutkan studi di USQ (University Of Southern Queensland) karena di universitas tersebut dipastikan dapat mengeksplorasi kemampuan berbahasa asing yang dimiliki penulis (padahal biasa aja. cuma bisa yes or no haha).
It's okey. Lihat aja 1 tahun kedepan, untuk lebih tepatnya.
Alasan yang kedua :
"Kepengin banget bisa jadi anak yang rajin" ucap penulis beberapa hari yang lalu kepada teman-teman penulis.
"Gila lo. Udah rajin, pengin rajin. Rajin apa banget dah"balasan mereka
Ckckck.
Percuma ngga sih udah study oriented (bela-belain keluar dari organisasi yang cukup mumpuni untuk memperoleh popularitas disekolah) dan ujung-ujungnya tetep males?
Alasan yang ketiga :
"Bandung, Let's holiday to Bandung"
You know what? Bandung is an interesting city in Indonesia. And, I wanna go there (Hope).
There are some reasons to choose Bandung as my destination place to holiday in this year. I don't know whatever requisite to go there, I'll do it.
Last week, I have discussed about it to my classmates. And they're so agree with my opinion about holiday to Bandung. But, I don't know this plan will realize or no. Hope, it's realize true.
Oke, waktu habis. Terima kasih readers yang sudah sempat dan merelakan waktunya untuk membaca postingan sang penulis yang tidak jelas dan tidak karuan ini. Untuk kisah galau selanjutnya, keep on touch with my post!
WL, SURYA NUSWANTORO
Kamis, 20 September 2012
Gagap itu Cerdas
Well. Hari ini agak tersanjung dengan statement guru bahasa indonesia di kelasku. Beliau bilang "Orang GAGAP itu CERDAS" anak anak dikelas sangat tersentak mendengar GAGAP dan CERDAS. Pak Rbas (Panggilan beken dari siswa) berkata jika mantan presiden kita Bpk. Habibie *maaf gatau gelarnya hehe* itu gagap dan cerdas. Mengapa orang gagap itu cerdas? Karena pemikirannya jauh melampaui bicaranya. Maksudnya pada saat berbicara, pikirannya sudah jauh meninggalkan apa yang ia keluarkan dari mulutnya. Beliau juga menjelaskan kaitan gagap dan cerdas. Karena orang gagap adalah orang yang istimewa.
Anak anak dikelas masih pada bingung maksud dari statement beliau, namun saya tau maksud yang dibicarakan beliau.
Dan akhirnyaa, saya ambil kesimpulan. Dari beberapa kaitan gagap dengan cerdas itu ada di diri saya semua, kebetulan saya agak gagap (situasional gagapnya). Sekarang saya ngga malu lagi dengan kekurangan saya yang ternyata merupakan kelebihan saya. Thanks God for it :)
